Gerakan Aksi Damai #SAVEBABI, Depan Kantor DPRD Sumatera Utara Kota Medan


GlobalNewsIndonesia.Com -Medan; Niat buruk gubernur sumatera utara yang ingin memusnakan binatang ciptaan Tuhan, Sekaligus proses otomatis menghapus tata cara adat batak di sumatera utara, mendapat perlawanan tempur dari puluhan ribu masyarakat suku batak yang turun ke jalan.(10/02/20)

Selain di Sumut atau indonesia, Suku batak sudah beribu tahun yang lalu sudah dikenal di belahan dunia hingga saat ini, bukan hanya sukunya, tata cara adat batak pun sudah di kenal di seluruh dunia.

Di ketahui di adat batak babi adalah bentuk berjalannya suatu adat di masyarakat batak, terutama dalam melaksanakan segala tata cara adat batak.

Dengan menyanyikan "o tano batak" di sepanjang jalan, Masyarakat pun tampak sangat semangat untuk melanjutkan perjuangannya.


Berlokasi di depan kantor DPRD Sumatera Utara, Medan, puluhan ribu manusia mulai dari peternak, pengusaha, sampai raja-raja adat batak berkumpul untuk menentang niat buruk gubernur yang ingin memusnakan babi.

Ketua aksi Boasa Simanjuntak dalam orasinya mengajak masyarakat untuk teriakan save babi agar dapat di dengar pemerintah "Save babi, Save babi, Save babi", sorak sorai peserta aksi.

Boasa juga menyampaikan dalam orasinya "Kami menentang keras pemusnahan babi, karena kalau babi dimusnahkan berarti sudah menghilangkan budaya Batak. Karena sejak lahir sampai mati, babi jadi budaya di tanah Batak," Tegasnya.

Adapun harapan masyarakat yang di tuangkan dalam orasi aksi tersebut adalah Menolak keras perogram pemusnaan babi, Menolak program isolasi babi, Menolak program Sertivikat Babi, Menolak program Restocking babi di nias, Mendesak pemerintah segera ikut menangani penyakit babi, dan Mendesak pemerintah bertanggung jawab atas kerugian masyarakat akibat matinya puluhan ribu babi di Sumut.


Menanggapi tuntutan massa, Ketua Komisi B DPRD Sumatera Utara, Viktor Silaen, menyebut bahwa wacana pemusnahan babi di Sumatera Utara tidak benar.

Pemerintah berencana untuk mematikan babi-babi yang terjangkit virus saja, supaya virusnya tidak menular.

"Sebetulnya bukan pemusnahan. Tapi yang sudah terkena virus harus dimatikan supaya jangan menular. Beda dimusnahan, beda dimatikan untuk mencegah pemusnahan," ucap Viktor Silaen.

Usai mendengarkan keterangan Viktor, massapun bubar secara perlahan. Demonstran menyampaikan mereka tidak melanjutkan aksi ke Kantor Gubernur sebab aspirasi mereka sudah dijawab oleh anggota DPRD Sumut, Viktor Silaen.

"Sudah dijawab sama anggota DPRD tadi. Kita merasa senang sebab responnya positif atas gerakan kita ini," ujar seorang peserta yang bersiap pulang.
(RJS)

Total Pageviews