Lagi-Lagi Program Budidaya Bawang Putih di Bantaeng Dikeluhkan Petani



GlobalNewsindonesia.com-Bantaeng; Program pengembangan budidaya tanaman Bawang Putih dikeluhkan petani di Desa Bonto Lojong Kec.Uluere Kabupaten Bantaeng Sul-Sel.

Hal ini diungkapkan salah satu Angota kelompok tani di Dusun Kayu tanning yang tak ingin disebutkan identitasnya, menurutnya bibit bawang putih yang iya terima daya tumbunya kurang bagus dan teracam gagal panen.

Hal ini dibenarkan (SL) ketua kelompok Tani di Dusun Kayu taning, saat ditemui awak media GNI, Rabu (06/02/2020) menuturkan dari tiga kelompok tani di wilayah Dusun Kayu Tanning Desa Bonto lojong yang menerima bantuan ini termasuk anggotanya rata-rata mengeluh bahkan sudah banyak anggotanya yang ganti tanaman lain karna takut rugi.

"Saya sudah laporkan masalah ini kedinas pertanian agar dapat meninjau langsung kelokasih karna banyak anggota yang keluhkan bibit bawang Putih ini, katanya gak sama daya tumbu,nya dengan Bawang Merah yang potensi hasilnya sudah terbukti dan menjanjikan"ungkapnya

Sementara ketika, ditanya terkait sarana dan prasarana yang iya terima SL, menutukan dirinya mengaku mendapat 5 ton bibit Bawang Putih, pupuk kompos 40 karung,NPK 600kg dan Mulsa, selebihnya kita swadaya, semetara 2 teman yang lainya inisial (KL) juga mendapat sebanyak 5 ton kg dan (MM) jg mendapat 3,5 ton total 13,500 ton kg yang bersumber dari APBN 2019.

" Dirinya juga prihatin atas kondisi SDM petani di wilanyah,nya yang belum mau merubah pola pikirnya mengunakan teknologi budidaya pertanian, dimana masih banyak yang tidak mau menggunakan plastik MULSA,yang di siapkan dengan alasan ribet, bahkan sudah ada yang perjual belikan, termasuk bibit Bawang Putih ini"ungkapnya

Sementara pihak dinas pertanian saat dikompirmasih media lewat WatsApp belum memberikan tangapan.

Diketahui tanaman bawang Putih pada musim tanam Juli 2019 lalu, juga pernah dikeluhkan petani dibeberapa Desa dikabupaten Bantaeng dimana sebelum,nya budidaya tanaman Bawang Putih bekerjasama dengan PT.KSM dengan perjanjian bagi hasil dengan harga yang menjanjikan.

Sampai berita ini diturungkan GNI berusahan menghubungi Dinas pertanian tapi belum direspon. (*)Abm

Total Pageviews